Kabarterkinionline.com
Musim Pancaroba Jadi Periode Rawan Penyebaran, Palembang Masih Dibayangi DBD. Pemerintah Kota Palembang mencatat sebanyak 540 kasus demam berdarah dengue (DBD) terjadi sejak Januari hingga pertengahan Juni 2026. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palembang mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di tengah musim pancaroba yang berpotensi memicu peningkatan kasus.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Palembang, dr. Fenty Aprina, didampingi Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Yudhi Setiawan, mengatakan sebaran kasus DBD tertinggi tercatat di Kecamatan Seberang Ulu II dengan 66 kasus.
Posisi berikutnya ditempati Kecamatan Seberang Ulu I yang mencatat 53 kasus. Sementara jumlah kasus terendah berada di Kecamatan Ilir Barat II dengan 13 kasus. Adapun kasus lainnya tersebar di berbagai kecamatan di wilayah Kota Palembang.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak mengabaikan kondisi ini. Musim pancaroba menjadi periode rawan karena dapat meningkatkan perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti secara signifikan,” ujar Fenty, Minggu (21/6/2026).
Menurutnya, perubahan cuaca yang terjadi pada musim pancaroba menciptakan banyak genangan air yang menjadi tempat ideal bagi nyamuk penyebab DBD untuk berkembang biak. Karena itu, masyarakat diminta lebih aktif menjaga kebersihan lingkungan sekitar.
Sebagai langkah pencegahan, Dinkes Palembang terus menggalakkan program 3M, yakni menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah penyimpanan air, serta mendaur ulang barang-barang bekas yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.
Selain itu, Dinkes Palembang juga menyediakan layanan pembagian abate gratis di seluruh puskesmas. Masyarakat dapat memanfaatkan fasilitas tersebut dengan mendatangi puskesmas terdekat.
Fenty menegaskan, keberhasilan menekan angka kasus DBD tidak hanya bergantung pada upaya pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
“Pencegahan melalui 3M harus dilakukan secara konsisten oleh seluruh warga. Kebersihan lingkungan adalah faktor utama dalam memutus rantai penyebaran DBD,” tegasnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk rutin melaksanakan gotong royong membersihkan lingkungan, termasuk memeriksa dan menghilangkan tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang jentik nyamuk








