kabarterkinionline.com
Palembang tidak ada di daftar, Palembang Bertahan Sebulan di Bawah Kepungan Asap, Kasus ISPA Melonjak, BantuanPusat Rp 100 Miliar
Sudah hampir setiap warga Kota Palembang hidup di bawah kabut asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kualitas udara sering masuk kategori tidak sehat hingga berbahaya, jarak pandang sempat turun drastis, aktivitas gangguan penerbangan, sekolah terpaksa beralih ke pembelajaran jarak jauh, dan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) terus meningkat signifikan.
Menurut data Dinas Kesehatan Kota Palembang, kasus ISPA menunjukkan tren kenaikan yang jelas. Pada minggu keempat Agustus 2026 tercatat 3.807 kasus.
Angka itu naik menjadi 4.104 kasus pada minggu pertama September, lalu melonjak lagi menjadi 4.326 kasus pada minggu kedua September. Rata-rata harian sempat menyentuh 500-an kasus, bahkan pernah mencapai 655 kasus dalam sehari. Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, Palembang mencatat lebih dari 113.000 kasus ISPA, tertinggi di Provinsi Sumatera Selatan. Kelompok yang paling rentan adalah balita, anak-anak, dan usia produktif.
Di sisi kebakaran, Kota Palembang sendiri mencatat 297 kejadian karhutla hingga awal September 2026 dengan luas lahan terbakar sekitar 253 hektare. Namun, asap pemadaman yang merusak kota sebagian besar berasal dari titik-titik kebakaran di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dan wilayah sekitarnya yang terbawa angin.
Menangapi situasi karhutla di Sumatera Selatan, pemerintah pusat menyiapkan Bantuan Presiden (Banpres) senilai Rp100 miliar. Dana tersebut dialokasikan kepada Pemerintah Provinsi Sumsel sebesar Rp30 miliar, Kabupaten OKI dan Musi Banyuasin masing-masing Rp20 miliar, serta Kabupaten Ogan Ilir dan Banyuasin masing-masing Rp15 miliar.
Kota Palembang tidak termasuk dalam daftar penerima bantuan tersebut.












