kabarterkinionline.com
Pemkot Bagikan Masker Cegah ISPA, Palembang Dikepung Kabut Asap. Kabut asap kian tebal menyelimuti sejumlah wilayah Kota Palembang, Sumatera Selatan, Senin (24/8/2026). Kondisi ini membuat kualitas udara memburuk dan meningkatkan kekhawatiran masyarakat terhadap gangguan kesehatan, terutama infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Berdasarkan pemantauan kualitas udara, indeks standar pencemar udara (ISPU) Palembang mencapai 195 atau masuk kategori tidak sehat. Kondisi tersebut menjadi perhatian Pemerintah Kota Palembang karena masyarakat mulai merasakan dampak kabut asap saat beraktivitas di luar ruangan.
Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang mulai membagikan masker kepada masyarakat sebagai langkah pencegahan terhadap paparan asap dan partikel pencemar udara.
Wali Kota Palembang Ratu Dewa mengatakan pembagian masker dilakukan di sejumlah lokasi yang menjadi pusat aktivitas masyarakat.
“Pembagian masker akan kita pusatkan di titik lampu merah dan kantor-kantor kecamatan se-Kota Palembang,” ujar Ratu Dewa.
Untuk mendukung langkah tersebut, Pemkot Palembang menyiapkan ribuan masker untuk dibagikan kepada masyarakat, terutama warga yang tetap harus beraktivitas di luar ruangan.
Pembagian masker dilakukan menyusul meningkatnya kekhawatiran terhadap dampak kabut asap bagi kesehatan. Terlebih, Dinas Kesehatan Kota Palembang mencatat ribuan kasus ISPA sepanjang Agustus 2026.
Ratu Dewa mengatakan memburuknya kualitas udara Palembang tidak terlepas dari kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di sejumlah wilayah Sumatera Selatan. “Kenaikan ini jelas dampak dari kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di sejumlah wilayah,” katanya.
Selain membagikan masker, Pemkot Palembang mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila tidak memiliki kepentingan mendesak. Warga yang terpaksa keluar rumah juga diminta menggunakan masker untuk mengurangi paparan asap.
Imbauan tersebut terutama ditujukan kepada anak-anak, lanjut usia (lansia), serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan. Kelompok tersebut dinilai lebih rentan mengalami gangguan kesehatan ketika kualitas udara memburuk.
Selain menggunakan masker, masyarakat diminta memperbanyak konsumsi air putih dan menjaga kondisi tubuh selama kabut asap masih menyelimuti sejumlah kawasan Palembang.
“Kurangi aktivitas di luar rumah dan gunakan masker jika harus keluar. Masyarakat juga perlu memperbanyak minum air putih,” kata Ratu Dewa.
Selanjutnya, Pemkot Palembang meminta masyarakat tidak mengabaikan gejala gangguan kesehatan yang muncul akibat paparan asap. Keluhan seperti batuk, sesak napas, sakit tenggorokan, mata perih, maupun iritasi perlu segera mendapatkan penanganan.
“Apabila masyarakat mengalami gangguan pernapasan, segera periksakan diri ke puskesmas terdekat untuk mendapat penanganan,” ujarnya.
Sementara itu, kabut asap yang dirasakan warga Palembang diduga berkaitan dengan meningkatnya aktivitas kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Sumatera Selatan. Kondisi cuaca dan arah angin turut berpengaruh terhadap pergerakan asap hingga masuk ke wilayah perkotaan.
Tidak hanya berdampak terhadap kesehatan, kabut asap juga berpotensi mengganggu jarak pandang dan aktivitas masyarakat apabila konsentrasi asap semakin meningkat.
Karena itu, Pemkot Palembang bersama instansi terkait terus memantau perkembangan kualitas udara serta kondisi karhutla di Sumatera Selatan. Masyarakat diminta tetap waspada dan mengikuti imbauan pemerintah, terutama dengan mengurangi paparan asap selama kualitas udara belum kembali membaik.












