Pemkot Palembang Siagakan Tim Reaksi Cepat, 185 Hektare Lahan Terbakar

Blog16 Views

kabarterkinionline.com

Pemkot Palembang Siagakan Tim Reaksi Cepat, 185 Hektare Lahan Terbakar. Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kota Palembang terus menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Hingga awal September 2026, luas lahan yang terbakar di Palembang tercatat mencapai sekitar 185 hektar .

Mengantisipasi kebakaran yang meluas, Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang menyiagakan Tim Reaksi Cepat (TRC) hingga tingkat kecamatan dan kelurahan. Tim ini dipersiapkan untuk mempercepat deteksi sekaligus penanganan setiap titik kebakaran.

Kebijakan tersebut ditegaskan Wali Kota Palembang Ratu Dewa saat memimpin rapat koordinasi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Rumah Dinas Wali Kota Palembang, Selasa (1/9/2026).

Ratu Dewa meminta seluruh OPD tidak hanya menunggu laporan kebakaran, tetapi juga aktif memetakan dan mengawasi wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.

Selain lahan yang terbakar, sekitar 277 hektare lahan di Palembang mengalami kekeringan. Kondisi tersebut tersebar di sejumlah wilayah, antara lain Kecamatan Gandus, Kertapati dan Sematang Borang.

Pemkot Palembang akan mengerahkan tim ke lapangan untuk melakukan pencegahan, termasuk penyemprotan pada sejumlah lahan yang dinilai rawan terbakar.

“Hal sekecil apa pun, hati-hati dengan api. Api kecil apa pun bisa jadi buas,” tegas Ratu Dewa.

Ancaman Karhutla tidak hanya menyasar lingkungan, tetapi juga mulai berdampak terhadap kesehatan masyarakat. Ratu Dewa mengatakan terjadi peningkatan pasien Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di sejumlah rumah sakit dan puskesmas di Palembang.

Meski demikian, data mingguan dan harian menunjukkan kasus ISPA mulai bergerak turun. Pemkot tetap meminta masyarakat tidak lengah karena kualitas udara Palembang masih dipengaruhi asap dari kebakaran di sejumlah daerah lain di Sumatera Selatan.

Selain masalah kesehatan, kekeringan juga menyebabkan sebagian warga mengalami kesulitan mendapatkan air bersih, terutama di Kecamatan Seberang Ulu dan Sukarami.

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Pemkot Palembang mendistribusikan 64 tangki air bersih setiap hari. Bantuan armada tangki juga ditawarkan oleh unsur TNI melalui Kodim dan Lanud.

Di sektor pendidikan dan kegiatan masyarakat, Pemkot Palembang menyiapkan langkah-langkah penyesuaian jika kualitas udara kembali memburuk. Kebijakan tersebut dapat mencakup penyesuaian aktivitas sekolah hingga aktivitas Car Free Day (CFD) dan Car Free Night (CFN).

Ratu Dewa menekankan seluruh elemen harus bergerak cepat, terutama dalam menghadapi kondisi lahan yang semakin kering akibat El Nino.

“Pemkot memantau terus di lapangan agar selalu bisa mengantisipasi,” katanya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *