Perbaikan Jalan di KM 13 Palembang-Betung Dikebut 24 Jam, Rawan Macet

Kabarterkinionline.com

Perbaikan Jalan di KM 13 Palembang-Betung Dikebut 24 Jam, Rawan Macet. Pengendara yang melintasi jalur lintas timur Sumatera di ruas Palembang-Betung harus bersiap menghadapi antrean kendaraan dalam beberapa pekan ke depan. Perbaikan gorong-gorong ambles di KM 13 Sukajadi membuat arus lalulintas di salah satu jalur utama Sumatera Selatan itu menyempit dan rawan tersendat.

Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Selatan kini mempercepat penggantian gorong-gorong yang pecah dengan konstruksi permanen berupa box culvert berukuran 2×2 meter. Langkah itu dilakukan untuk mencegah kerusakan jalan meluas akibat aliran air di bawah badan jalan.

“Langkah ini krusial untuk memastikan aliran air di bawah badan jalan tetap lancar dan tidak mengancam struktur aspal di atasnya,” kata Kaur TU PPK 1.5 PJN 1 Sumatera Selatan, Kharistian Gumai, Senin, 12 Mei 2026.

Pengerjaan proyek tidak hanya terkendala cuaca ekstrem dan tingginya debit air. Di bawah titik perbaikan, terdapat utilitas vital milik Pertagas berupa pipa minyak dan gas yang membuat proses pengerjaan harus dilakukan ekstra hati-hati.

“Kami informasikan bahwa di lokasi tersebut KM 13 kita juga bersinggungan dengan utilitas milik Pertagas, pipa minyak dan gas Pertamina. Tentu kami harus sangat berhati-hati,” ujar Gumai.

Untuk mengurangi dampak kemacetan, BBPJN menerapkan sistem kerja 24 jam dengan pengerjaan utama dilakukan malam hari saat volume kendaraan berkurang. Jika antrean kendaraan meningkat, petugas akan memasang pelat baja atau ram door agar kendaraan tetap dapat melintas di area penyempitan.

Petugas lapangan juga disiagakan untuk mengatur arus kendaraan, terutama truk bertonase besar yang mendominasi jalur tersebut. Rambu peringatan dipasang sebelum titik proyek guna mengingatkan pengendara mengurangi kecepatan dan tidak saling mendahului.

“Selain menyiagakan flag man untuk mengatur lalulintas, kami juga memasang rambu-rambu peringatan 50 meter ke depan ada penyempitan akibat perbaikan jalan, bagi pengguna jalan diimbau untuk bersabar, tidak mendahului dan berhati-hati,” jelasnya.

Selain KM 13, pengerjaan juga berlangsung di KM 17 depan Arhanud. Pada titik itu dilakukan rekonstruksi badan jalan sepanjang 600 meter menggunakan metode rigid fast track yang memungkinkan beton mengeras hanya dalam 24 jam sebelum kembali dilalui kendaraan.

BBPJN juga mengingatkan pengendara agar tidak menyalip kendaraan besar dari sisi kiri karena tingginya risiko blind spot di jalur padat angkutan logistik tersebut.

“Masyarakat kami harapkan tetap patuhi lalu lintas, tidak mendahului kendaraan besar dari sebelah kiri karena memiliki blind spot yang cukup banyak. Kami memohon maaf dan meminta kesabaran,” tambah Gumai.

Hingga pertengahan Mei, progres paket preservasi jalan dan jembatan ruas Palembang-Betung telah mencapai 34,25 persen. Perbaikan di KM 13 ditargetkan rampung akhir Mei, sementara keseluruhan proyek diproyeksikan selesai pada Agustus 2026.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *