Ratu Dewa Tegaskan Kesetaraan Gender di Palembang Harus Berdampak Nyata, Bukan Cuma Berburu Penghargaan

kabarterkinionline.com

Ratu Dewa Tegaskan Kesetaraan Gender di Palembang Harus Berdampak Nyata, Bukan Cuma Berburu Penghargaan. Wali Kota Palembang, H. Ratu Dewa, menegaskan bahwa Pengarusutamaan Gender (PUG) bukan sekadar agenda seremonial atau beban kerja satu instansi semata.

Ia menekankan pentingnya mengintegrasikan prinsip kesetaraan ini ke dalam seluruh tahapan pembangunan daerah, mulai dari perencanaan anggaran hingga evaluasi program.

​Hal tersebut ditegaskan Ratu Dewa saat menghadiri Verifikasi Lapangan Evaluasi Penyelenggaraan PUG Tahun 2025, yang menjadi bagian dari penilaian Anugerah Parahita Ekapraya (PPE) Kota Palembang Tahun 2026, Rabu (28/10/2026).

​”Pembangunan yang berkualitas tidak cukup kita ukur dari pertumbuhan ekonomi dan infrastruktur semata. Kita harus memastikan manfaatnya dirasakan adil oleh seluruh masyarakat, baik perempuan, laki-laki, anak, penyandang disabilitas, maupun kelompok rentan lainnya,” ujar Ratu Dewa.

​Untuk menopang kebijakan tersebut, Pemerintah Kota Palembang memanfaatkan data sosial-demografi dari Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai pijakan utama. Berdasarkan data BPS, jumlah warga Palembang pada tahun 2024 mencatat angka 1.840.415 jiwa (921.318 laki-laki dan 919.097 perempuan).

Langkah berdasarkan data ini turut mendorong penurunan angka kemiskinan di Palembang dari 9,77 persen pada tahun 2024 menjadi 9,04 persen pada tahun 2025. Di sisi lain, Indeks Ketimpangan Gender (IKG) Kota Palembang berada pada angka 0,268 pada tahun 2024.

Guna memperkuat komitmen tersebut secara hukum, Pemkot Palembang telah menerbitkan Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 12 Tahun 2025 tentang Pelaksanaan PUG. Aturan ini menjadi landasan agar perspektif gender masuk ke dalam seluruh proses penyusunan kebijakan instansi pemerintah.

​Di hadapan jajaran perangkat daerah, Kelompok Kerja PUG, dan fokal point, Ratu Dewa mewanti-wanti agar proses evaluasi ini tidak bisa dijadikan ajang formalitas belaka.

​”Keberhasilan PUG pada akhirnya bukan ditentukan oleh nilai evaluasi atau trofi yang diberikan yang diperoleh, melainkan oleh semakin terbukanya kesempatan dan pemerataan manfaat pembangunan bagi seluruh warga Palembang tanpa kecuali,” tegasnya.

​Ia juga tekstil BAPPERIDA bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) untuk mempererat hak anak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *