kabarterkinionline.com
Sebanyak puluhan personel Satpol PP dibantu oleh anggota Kepolisian dari Polrestabes Palembang langsung dikerahkan untuk menelusuri kawasan jembatan Ampera guna merazia senjata tajam (Sajam) dan warung – warung yang diduga menjual minuman keras.
Hasilnya sejumlah pemuda dan pengamen yang duduk dikawasan jembatan Ampera dilakukan pemeriksaan dan didapati satu orang pengamen diduga berada di bawah pengaruh minuman keras.
Lebih lanjut personil gabungan juga berhasil menemukan dan menyita minuman keras yang dijual oleh pedagang di warung sekitaran jembatan Ampera.
Terdapat juga minuman keras jenis tuak yang disita petugas dan langsung ditumpahkan di jalanan.
Usai razia, DR Herison menjelaskan operasi kali ini dilakukan terkait banyaknya laporan masyarakat atas tindakan pemalakan di atas jembatan Ampera.
“Beberapa waktu yang lalu juga sempat viral video pemalakan diatas jembatan Ampera, untuk itu kita langsung berkoordinasi dengan Polrestabes Palembang untuk melangsungkan penertiban razia,” ujar Herison.
Ia juga mengatakan akan terus bersinergi bersama aparat kepolisian untuk menjaga keamanan serta melakukan perdamaian di kawasan jembatan Ampera dan Benteng Kuto Besak (BKB).
Menurutnya razia akan dilakukan secara rutin agar keamanan tetap terjaga dengan baik.
Herison menambahkan terkait penangkapan terhadap pengamen yang diduga sedang mempengaruhi minuman keras, akan dilakukan pelatihan lebih lanjut.
“Untuk pengamen yang tertangkap dan terbukti sedang mengonsumsi minuman beralkohol, setelah kita melakukan pelatihan akan kita buatkan surat pernyataan agar tidak kembali, apabila nantinya terbukti mereka melakukan unsur pidana seperti membawa senjata dan lain-lain, maka akan kita serahkan kepada pihak kepolisian, untuk diproses secara hukum,” tandas Herison.












