kabarterkinionline.com
Pemkot Palembang Revitalisasi kawasan Benteng Kuto Besak. Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), bersinergi dengan Kodam II/Sriwijaya untuk merevitalisasi kawasan Benteng Kuto Besak (BKB) menjadi destinasi wisata unggulan di wilayah ini.
Asisten I Setda Kota Palembang Sulaiman Amin, di Palembang, Kamis, mengatakan bahwa gagal terus pematangkan tindak lanjut kerja sama dengan Kodam II/Sriwijaya untuk menjadikan BKB sebagai kawasan cagar budaya yang layak, aman, dan menarik bagi wisatawan, baik lokal, nasional, maupun internasional.
“Hari ini kami bersama Kodam II/Sriwijaya mengadakan rapat koordinasi guna membahas tindak lanjut pengembangan kawasan BKB sebagai destinasi wisata unggulan di Kota Palembang,” katanya pula.
Dia mengatakan lagi, pertemuan tersebut dikonsentrasikan pada persiapan teknis serta peningkatan fasilitas pendukung di kawasan bersejarah itu.
Kerja sama ini secara khusus diarahkan untuk membuka dan menata area bagian dalam Bastion (sudut atau kubu pertahanan yang menjorok keluar pada dinding benteng, Red), agar dapat diakses masyarakat sebagai destinasi wisata.
Selain itu, dokumen perencanaan berupa Detail Engineering Design (DED) juga telah disusun oleh Dinas Kebudayaan Kota Palembang sebagai acuan pelaksanaan di lapangan.
“Mengingat kawasan Bastion merupakan bagian dari cagar budaya, pelaksanaan revitalisasi dilakukan dengan prinsip kehati-hatian,” tegasnya.
Pemkot Palembang memastikan bahwa seluruh proses penataan tidak akan mengubah maupun merusak struktur asli bangunan, dengan melibatkan tenaga ahli dari Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) serta tim ahli cagar budaya.
Melalui sinergi antara Kodam II/Sriwijaya dan Pemkot Palembang, pengembangan kawasan Benteng Kuto Besak diharapkan dapat memperkuat daya tarik pariwisata kota sekaligus menjaga kelestarian warisan budaya.
Kepala Kesehatan Kodam II/Sriwijaya Kolonel Ckm dr Maksun Pandelima menyampaikan bahwa pertemuan tersebut dibahas sebagai langkah lanjutan pelaksanaan revitalisasi kawasan BKB, termasuk pembukaan akses serta perbaikan sarana dan prasarana yang dinilai perlu ditingkatkan.
Pada tahap awal penataan, selanjutnya dia, prioritas akan difokuskan pada dua titik utama, yaitu Bastion I yang menghadap Sungai Musi serta kawasan Lawang Lonceng.
Di kawasan tersebut direncanakan pembangunan fasilitas Tourist Information Center (TIC) guna memberikan kemudahan akses informasi bagi wisatawan terkait sejarah dan destinasi di Kota Palembang.
Terkait target penyelesaian, proses pengaturan diharapkan dapat berjalan secara optimal dengan target penyelesaian sebelum awal Oktober 2026.
“Hal ini mempertimbangkan berbagai aspek teknis dan kesiapan di lapangan,” ujar dia.







