BPOM dan BGN Tunggu Rilis Resmi, MUI Desak Kejelasan Isu Minyak Babi di Ompreng MBG

kabarterkinionline.com

BPOM dan BGN Tunggu Rilis Resmi, MUI Desak Kejelasan Isu Minyak Babi di Ompreng MBG. Polemik dugaan ompreng (wadah makanan) program Makan Bergizi Gratis (MBG) mengandung lemak babi masih terus bergulir. Hingga kini, publik belum mengetahui hasil uji laboratorium secara resmi meski Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengaku sudah melakukan pengujian.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, mengaku belum menerima laporan resmi terkait hasil uji tersebut.
“Belum dapat laporan resmi,” kata Dadan lewat pesan tertulis, Selasa (16/9/2025).

Sebelumnya, Kepala BPOM, Taruna Ikrar, menegaskan lembaganya telah menguji tujuh sampel ompreng MBG yang dikirim oleh Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO). Namun, ia menolak membeberkan hasilnya ke publik.

Isu ini bermula dari dugaan penggunaan minyak babi (lard) dalam proses produksi ompreng MBG. Dadan sebelumnya sudah menjelaskan bahwa minyak memang dipakai, namun hanya sebatas pelumas mesin pada tahap stamping atau pembentukan lembaran logam.

“Bahan food tray kombinasi kromium dan nikel. Minyak digunakan pada mesin saat stamping, bukan pada food tray,” kata Dadan, Kamis (28/8/2025).

Ia menambahkan bahwa minyak tersebut akan hilang setelah proses pembersihan.

“Minyak akan hilang saat perendaman dan pembersihan,” tandsnya.

Isu ompreng MBG mengandung minyak babi menuai reaksi keras, termasuk dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang menegaskan bahwa program strategis pemerintah ini harus dijalankan dengan jaminan kehalalan dan keamanan.

Publik kini menunggu pengumuman resmi hasil uji laboratorium, yang disebut-sebut akan disampaikan dalam waktu dekat oleh Kantor Komunikasi Kepresidenan

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *