kabarterkinionline.com
Jadi Pusat Ekonomi-Destinasi Wisata Revitalisasi Pasar 16 Ilir Palembang Ditarget. Rencana pembangunan Pasar 16 Ilir Palembang masih terus dimatangkan oleh PT Bima Citra Realty (BCR) dan Perumda Pasar Palembang Jaya. Penguatan koordinasi dan sinergi pelaksanaan kerja sama revitalisasi juga diperkuat antara kedua belah pihak.
Proyek tersebut dimaksudkan tidak hanya menjadi pusat perekonomian, tetapi juga ikon budaya dan destinasi wisata di Kota Palembang.
Kedua belah pihak menyatakan bahwa hubungan kerja sama antara Perumda Pasar dan PT BCR masih mengacu pada perjanjian kerja sama operasi (KSO) Nomor 11 Tahun 2023. Berdasarkan KSO tersebut, pelaksanaan kerja sama dibagi ke dalam tiga tahapan, yaitu pra revitalisasi, revitalisasi, dan operasi.
Saat ini, pelaksanaan kerja sama masih berada pada tahapan pra revitalisasi. Tahapan berikutnya belum dapat dilanjutkan karena masih terdapat sejumlah aspek fundamental dan teknis yang perlu dikomunikasikan serta diselaraskan lebih lanjut bersama seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) di kawasan Pasar 16 Ilir.
“Bahwa hasil audiensi ini akan dilaporkan kepada Dewan Pengawas (Dewas). Laporan tersebut akan mencakup sejumlah isu strategi yang dibahas dalam pertemuan, di antaranya terkait rencana relokasi, upaya pencegahan tindak pidana korupsi (tipikor), serta urgensi usulan amandemen terhadap KSO yang dikeluarkan oleh PT BCR,” ujar Direktur Utama Perumda Pasar Palembang Jaya Dedi Siswoyo saat menerima audiensi PT BCR.
Selanjutnya, hasil audiensi dg PT BCR Hari ini akan diteruskan dan dilaporkan kepada Dewan Pengawas Perumda Pasar Palembang Jaya, KPM dalam hal ini adalah Walikota Palembang, dan kuasa hukum perumda pasar, sebagai bagian dari proses pengkajian dan pengambilan keputusan sesuai mekanisme yang berlaku.
Sementara itu, Direktur Utama PT BCR Ahmad Marzuki mengatakan masih melakukan berbagai tahapan komunikasi untuk menyelaraskan sejumlah hal terkait pelaksanaan revitalisasi.
Dia menjelaskan, memikirkan baru melakukan pergantian arah pada 20 April 2026. Oleh karena itu, jajaran arah baru melakukan audiensi sekaligus memperkenalkan diri kepada Perumda Pasar Palembang Jaya sebagai mitra kerja.
“Alhamdulillah Berbagai Perumda sangat baik. Kami juga sepakat revitalisasi dan pengelolaan Pasar 16 Ilir tetap dilaksanakan dengan menanam sesuai KSO Nomor 11/2023,” ujarnya.
Sebagai tindak lanjutnya, kami akan terus membangun komunikasi dan sinergi dengan Perumda Pasar Palembang Jaya serta berbagai pemangku kepentingan terkait. Diantaranya aparat penegak hukum, PLN, pedagang, dan pihak lain yang terlibat dalam proses revitalisasi.
Ahmad menegaskan juga akan melakukan pendekatan kepada para pedagang yang menempati gedung Pasar 16 Ilir agar pelaksanaan revitalisasi berjalan kondusif.
“Apabila revitalisasi ini sukses, pasar ini tidak hanya menjadi pusat perekonomian, tetapi juga menjadi ikon budaya dan wisata bagi masyarakat Palembang dan Sumsel,” ujarnya.
Dia berharap revitalisasi Pasar 16 Ilir dapat meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD), memberikan kepastian hukum bagi pedagang, serta menciptakan kenyamanan bagi pengunjung.
“Kami sebagai investor tentu berharap bisa lebih lancar dalam berinvestasi dan berbisnis di Kota Palembang,” ujarnya.
Ahmad juga mengingatkan seluruh pihak untuk mematuhi aturan yang berlaku agar proses revitalisasi tidak terhambat.
“Kita berharap semua pihak patuh pada aturan yang berlaku dan jangan sampai ada kerugian negara,” tegasnya.
Di sisi lain, salah seorang pedagang Pasar 16 Ilir Airisna Maroko, menyatakan mendukung revitalisasi pasar tersebut. Namun, dia berharap prosesnya segera terselesaikan sehingga pedagang dapat beraktivitas dengan lebih nyaman.
“Kami berharap ada sosialisasi, transparansi biaya dari PT BCR kepada pedagang, serta kepastian hukum bagi pedagang di Pasar 16 Ilir,” imbuhnya.












