kabarterkinionline.com
Komisi I DPRD Sumsel Gelar Fit and Proper Test 21 Calon Komisioner KPID, Mei Mendatang. Komisi I DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menjadwalkan pelaksanaan uji kelayakan dan kepatutan terhadap 21 calon komisioner Komisi Penyuaran Indonesia Daerah (KPID) Sumsel periode 2025–2028 pada awal Mei 2026 mendatang.
Ketua Komisi I DPRD Sumsel, Hj. Melinda, mengungkapkan bahwa penjadwalan ini sempat tertunda karena padatnya agenda dewan internal, termasuk rapat Panitia Khusus (Pansus) dan koordinasi bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
“Mungkin awal Mei mendatang pelaksanaannya dilakukan Komisi I. Pastinya kita cari yang terbaik dan memang menguasai bidang penyiaran untuk jabatan di KPID,” ujar Melinda, Kamis (23/4/2026).
Dijelaskan Adik dari Gubernur Sumsel Herman Deru ini, dalam tes itu nanti akan mencari yang terbaik untuk jabatan di KPID dan memang yang membidanginya.
“Pastinya kita cari yang terbaiklah,” tandas politisi NasDem ini.
Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi I DPRD Sumsel, M. Anwar Syadat, mengkonfirmasikan telah menerima surat resmi dari Tim Seleksi (Timsel) mengenai daftar 21 nama yang lolos tahap awal.
Ditambahkan Syadat, nantinya setiap keputusan Komisi I akan dirapatkan bersama terlebih dahulu, dan masih menunggu arahan ketua terkait teknis, juklak, dan sebagainya untuk mekanisme uji kelayakan dan kepatutan oleh Komisi I.
“Pastinya, harapan kita yang terpilih nanti memang orang-orang yang membidanginya, tuan, serta menjadi representasi KPID sebenarnya,” tandas Anwar Syadat.
Sekretaris Komisi I DPRD Sumsel Taufik Abdullah tidak ada calon titipan komisioner KPID Sumsel yang akan menjalani uji kelayakan dan kepatutan nanti.
Ia menegaskan bahwa terpilih nanti adalah yang terbaik dan memang profesional di bidangnya.
“Kita berharap yang terpilih nanti mungkin profesional yang mengerti di bidangnyalah. Kalau titipan memang bukan untuk dititipkan, tapi memang profesional,” kata Sekretaris Komisi I DPRD Sumsel, Taufik Abdullah.
Diterangkan politisi Partai Gerindra ini, dirinya memastikan tidak ada titipan karena di Komisi I tersebut terdiri dari beberapa fraksi yang ada, sehingga tidak mungkin semuanya satu suara.
“Karena tidak mungkin ada fraksi partai yang berbeda-beda, jadi mudah-mudahan nanti kita bisa menjadi orang-orang yang profesional,” bebernya.
Sekedar informasi, Timsel calon anggota KPID Provinsi Sumatera Selatan resmi mengumumkan 21 nama peserta yang dinyatakan lolos untuk periode 2025–2028.
Pengumuman ini menandai babak baru dalam pencarian figur penjaga kualitas penyiaran di Bumi Sriwijaya.
Beberapa nama besar yang mencuri perhatian antara lain Ahmad Rizali, yang merupakan Mantan Pejabat (Pj) Bupati Muara Enim yang dikenal memiliki pengalaman birokrasi yang matang.
Lalu ada Fikri Haikal, sosok yang sebelumnya dikenal luas sebagai juru bicara pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel terpilih (Herman Deru-Cik Ujang) pada Pilkada lalu.
Ketua Tim Seleksi, Prof. Dr. Sri Rahayu, menegaskan bahwa seluruh proses penyaringan dilakukan dengan mengedepankan profesionalitas dan objektivitas.
Dasar hukum yang digunakan mencakup UU No. 32 Tahun 2002 tentang Penyusunan serta Peraturan KPI Nomor 1 Tahun 2024.
“Seluruh proses dilakukan secara profesional, independen, dan objektif. Tujuan satu, yakni menghasilkan komisioner KPID yang kompeten dan memiliki integritas tinggi dalam mengawal dunia Penerbitan di Sumatera Selatan,” kata Prof Sri Rahayu, Selasa (10/2/2026).
Terlebih lagi, calon ke-21 ini tidak bisa bersantai dalam waktu lama. Tahapan berikutnya adalah Uji Kelayakan dan Kepatutan (Fit and Proper Test) yang akan digelar di DPRD Sumatera Selatan.
Tahap akhir ini akan menentukan siapa saja yang layak menduduki kursi komisioner KPID Sumsel terpilih.












