kabarterkinionline.com
Mahasiswa UIN Raden Fatah Memaksa Masuk Mobil Komando saat Aksi Demo di Kantor Gubernur Sumsel. Ratusan mahasiswa dari Aliansi Mahasiswa UIN Raden Fatah Palembang akan menggelar aksi demo di kantor Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) hari ini, Senin (5/10/2026).
Demo digelar untuk menyuarakan “Darurat Sumsel Berasap” sebagai bentuk keprihatinan terhadap kondisi kabut asap yang menyelimuti Kota Palembang dan sejumlah wilayah di Bumi Sriwijaya akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Aksi tersebut dijadwalkan berlangsung mulai pukul 09.00 hingga selesai, dengan titik aksi di Kantor Gubernur Sumatera Selatan.
Dalam seruan aksi yang beredar, Aliansi Mahasiswa UIN Raden Fatah Palembang mengajak mahasiswa UIN Raden Fatah, mahasiswa se-Sumatera Selatan, hingga seluruh elemen masyarakat untuk turut menyuarakan persoalan kabut asap.
Aksi tersebut mengusung tagar #DaruratSumselBerasap dan menjadi bentuk penyampaian aspirasi mahasiswa terkait dengan kondisi udara di Sumatera Selatan yang dinilai semakin mengkhawatirkan.
Sebelum menuju lokasi aksi, massa disebut berkumpul di Lapangan Basket Kampus A UIN Raden Fatah Palembang
Sementara itu, adanya rencana aksi unjuk rasa di kawasan Kantor Gubernur Sumatera Selatan membuat pihak kepolisian menyiapkan langkah antisipasi terhadap kepadatan arus lalu lintas.
Sementara itu, Kasat Lantas Polrestabes Palembang AKBP Hendyanto Panusunan Hutasoit, mengatakan bahwa rekayasa lalu lintas akan diterapkan secara situasional dengan melihat kondisi massa dan kepadatan kendaraan di lapangan.
“Untuk rekayasa lalu lintas di Kantor Gubernur karena adanya unras, kita akan melihat situasi .dan kondisi di lapangan,” kata Hendyanto, Senin (5/10/2026) pagi.
Ia menjelaskan, apabila konsentrasi massa mulai memenuhi ruas jalan, kendaraan dari sejumlah arah akan dialihkan sementara untuk mengurangi kepadatan.
“Untuk kendaraan yang dari arah Simpang DPR ke arah Gubernur akan kita alihkan sementara untuk mengurangi kepadatan arus,” katanya.
Hal serupa juga akan dilakukan terhadap kendaraan dari arah Simpang Charitas yang menuju kawasan Kantor Gubernur Sumsel.
“Demikian juga yang dari arah Simpang Charitas menuju ke arah Kantor Gubernur, apabila massa memenuhi jalan, akan kita alihkan juga sementara waktu seraya melihat situasi dan kondisi di lapangan,” jelasnya.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat yang hendak melintas di sekitar kawasan Kantor Gubernur Sumsel untuk mengantisipasi kepadatan dan mengikuti arahan petugas di lapangan.
Rekayasa lalu lintas tersebut bersifat situasional dan akan disesuaikan dengan perkembangan aksi serta kondisi arus kendaraan di sekitar lokasi







