Truk Mogok dan Muatan Berlebih Kerap Kepung Jalintim Palembang-Betung, Pengendara Harus Siap Tertahan Berjam-jam
Kondisi Jalan Lintas Timur (Jalintim) Palembang–Betung yang melintasi wilayah Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, kian dikeluhkan oleh masyarakat pengguna jalan. Kombinasi antara kerusakan infrastruktur jalan di beberapa titik serta maraknya truk bermuatan lebih atau Over Dimension Over Load (ODOL) membuat jalur utama interkota ini kerap dilanda kemacetan parah yang berlangsung selama berjam-jam setiap harinya.
Kondisi arus lalu lintas di jalur lintas timur ini juga sangat sulit diprediksi lantaran tingginya frekuensi insiden teknis di lapangan, seperti truk tonase besar yang mendadak mogok, patah as roda, hingga kecelakaan lalu lintas. Seperti yang terjadi pada Senin (29/6/2026), kemacetan panjang kembali berulang akibat adanya lima hingga enam titik truk yang mengalami mogok secara bersamaan hingga menutupi sebagian besar badan jalan utama.
Sejumlah pengendara, termasuk para aparatur sipil negara (ASN) yang bertugas di lingkungan Pemkab Banyuasin, mengaku harus menyiasati waktu perjalanan dengan berangkat jauh lebih pagi dari Kota Palembang agar tidak terlambat masuk kerja. Kemacetan parah biasanya akan semakin meningkat menjelang sore hari ketika volume truk berkapasitas besar dan truk ODOL mulai meningkat tajam di jalan raya, di mana laju kendaraan yang lambat otomatis mengunci pergerakan kendaraan lain di belakangnya.
Bagi pengguna mobil pribadi, situasi ini memaksa mereka untuk terjebak di tengah antrean dan ikut mengalir mengikuti laju arus kendaraan tanpa bisa memotong jalur. Kondisi diperparah ketika beberapa pengemudi mencoba memanfaatkan bibir jalan untuk mendahului, namun justru berujung pada penutupan total akses jalan bagi pengendara sepeda motor akibat adanya lubang besar yang menganga di pinggiran jalur tersebut.












